Surat sahabat,
Sepenggal surat untuk kalian yang selalu hadir dan mengalir
Halo teman – teman.
Dipagi ini, kereta mu sudah berjalan , menuju penantian yang dinanti nanti.
Kabar baru ku, beberapa minggu ini aku mengikuti ujian dan cobaan. Ujian Akhir Semester di kampus ku dan cobaan dikelompok teater ku. Cobaan ini lah yang membuat ku semakin kuat dan dekat bersama teman-temanku.
Teman,
Menurut isi naskah teater yang akan kita pentaskan,,
komunikasi atau setiap pertemuan dengan orang lain itu merupakan ancaman bagi keberadaan kita.
Saat aku bersama kalian, aku tidak menginginkan ada konflik karena itu neraka kita. Yang ku mau surga, dimana kita selalu bahagia, meski pun orang kita berbeda beda, sperti halnya indonesia, kita tetap satu jua.
Orang kita ada yang hitam ada yang putih,..ada yang diam ada juga yang buram,, ada pula seperti yang dihadapan kalian.
Aku bermain main ditaman lingkar, ada silaunya sengenge, ada sutranya tirta dasa, indahnya kupu-kupu emas, dan yang lainnya...
Aku membayangkan,,kita semua berada disana,,kita srawung (berkumpul),,bermain-main –tertawa tawa sampai senja
Lalu ,,diam diam aku ingin menggali untuk menanam pohon,,
Saat menggali,,Seketika ku lelah,,
Aku diam saja dan berjanji akan tetap menggali.
Tapi aku tak menemukan apa – apa. Ok. Itu tak masalah.
Tetapi, aku akan sangat berbahagia karena aku sudah menggali,
karena dengan menggali aku punya dua kesempatan :
Tak dapat apa – apa atau mendapatkan sesuatu.
Tapi, Kalau aku tak menggali ?, aku tak dapat apa – apa, Cuma memandangi sekop didepan mata.
Teman,
Hidup memang tidak sempurna dan kadang terasa sangat sulit dijalani, tetapi bila kita dapat menerima, sabar , ikhlas, tak kenal putus asa, kita malah diberi kekuatan terus berjalan ,,,karena kita berada disatu lingkaran,,
Perkenalkan,,
aku
Bunga,,
Pria gagah gemulai,,lemah perkasa,, yang bersenandung di stasiun kota.. (Bunga)



